Sejak kecil, ada banyak hal yang saya suka dari langit. Saya suka langit pagi yang suci, saya menyenangi langit remaja yang biru dan saya menikmati langit senja yang jingga.
Di kampung saya, matahari pagi itu terbit dari balik pegunungan di arah belakang rumah. Dan terbenam di pantai yang ada di seberang jalan raya. Kakek saya sering bercerita, jika jingga langit senja lebih jingga dari hari-hari biasa, itu artinya penyu akan mendarat dan bertelur. Menitipkan harapan-harapan kehidupan di pantai di desa kami.
Selain langitnya sendiri, saya juga menyenangi segala yang menghiasinya. Saya suka bintang dan bulan yang menghias langit malam, saya suka awan putih lembut yang berarak di siang yang cerah, saya suka matahari pagi, matahari senja, juga ketika dhuha.
Saya suka sekali pada hujan. Dan yang paling saya suka di antara segalanya adalah pelangi.
Jika kita renungkan lebih jauh, segala itu Allah ciptakan tak hanya untuk menyenangkan pandangan mata hamba Nya. Segalanya diciptakan dengan sebaik-baik perhitungan.
Matahari yang tak pernah terlambat datang, bintang dan bulan yang tak saling bertabrakan, hujan yang turun sesuai kadar, atau pelangi yang tak pernah keliru dalam menggores warna.
Segala yang ada di langit dan bumi tunduk atas perintah Rabb nya. Tak ada yang membantah, tak ada yang ingkar.
Kecuali kita, manusia yang seringkali khilaf, tak bersyukur dan bahkan murka. Namun Allah hingga hari ini masih memafkan, masih mengasihi dan mencintai.
Alhamdulillah.
-
mionglee likes this
-
limysayidinasty likes this
-
annidaibrahim posted this




