Lama tak menyapamu, Aisyah..
Sungguh, aku merindukan masa kecil di jendela.
Rinai hujan yang membasahi kerikil halaman.
Suara burung-burung itu,
sungguh, aku rindu…
Kau tahu, Aisyah?
Begitu banyak hal berubah sepanjang waktu
Yang datang, yang pergi
Kadang kembali, kadang tiada mungkin bersua lagi
Aku masih ada,
sekarang di sisi langit berbeda
Tahukah kau, Aisyah?
Betapa sesungguhnya langit selalu memiliki cerita berbeda
Tak selalu terang bulan
Kadang menggelayut mendung
Sesekali badai, merobohkan pepohonan
Hanya beberapa yang akan tegak berdiri
Yang mengerti, bahwa titah Tuhan Nya,
adalah selalu yang terbaik
Bukankah kau mengerti, Aisyah?
Jika bulan di langit malam
Selalu tau kapan harus purnama
Jika deras hujan mengguyur
Selalu tau kapan harus mereda
Tak ada yang harus dipaksakan, Aisyah…
Titah Tuhan tak pernah salah…
Hitungan Allah tak pernah keliru…
Aisyah…
Akulah yang tersenyum iitu…
Mengeja hari dengan kaidah sabar..
Merajut waktu sepenuh syukur…
Dan tersenyum pada dunia,
dengan sempurna keikhlasan…
Aisyah…
Aku akan bertahan….

Medan, 03 Februari 2011




