December 2011
17 posts
Delisa Fitri Ramadhani →
Saya telah membeli novel Hafalan Shalat Delisa tak sengaja ketika pulang dari mengikuti lomba Fahmil Quran HUT Iskada Aceh awal tahun 2008. Ketika itu saya masih SMA dan senang mengumpulkan uang jajan untuk membeli buku.
Setelah saya baca, ternyata novel karya Tere Liye ini cukup menyentuh karena bercerita tentang tsunami dimana saya adalah saksi hidup dari peristiwa tersebut. Buku itupun...
Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah...
– HR. Abu Dawud & Tirmidzi
Hari ke 365
Apa bedanya dengan hari kemarin?
Apa pentingnya malam ini membuang uang untuk membakar petasan dan kembang api di luar sana?
Apa perlunya meniup terompet dengan suka cita? Bagaimana kalau Israfil malam ini meniup sangkakala?
Mengapa begitu senang merayakannya? Bukankah usia dunia semakin bertambah dan jatah hidupmu semakin berkurang?
Apa bangganya malam ini tak tidur hanya untuk menanti...
Sejarah hanya ditulis dengan nuansa dua warna, hitam tinta para ulama dan merah...
– Abdullah Azam
Do Do Da Idi
Do do da idi. Dalam bahasa kami, Aceh, itu adalah nina bobo. Ya, orang Aceh juga punya budaya menina bobo kan buah hati sebelum mereka tidur, sering disebut ‘ayon aneuk’ (ayon=ayun, aneuk=anak).
Mungkin sebagian kita pernah mendengar salah satu lagu Aceh yang berjudul Do do da idi yang kerab kali diputar ketika tayangan mengenai tsunami di televisi. Menurut pengalaman saya,...
4 tags
Beliau kami panggil, Nek Tu :)
Bagi kami, Nek Tu adalah sosok paling dihormati di seluruh keluarga besar. Beliau adalah sosok wanita istimewa baik pada zamannya, maupun pada masa kami. Beliau hidup dalam keteguhannya sebagai seorang perempuan Aceh selama hampir 12 dekade. Ya, aku tak berbohong. Sosoknya telah ada dalam ingatan kami jauh sebelum hari ini.
Rumahnya megah. Rumah panggung besar yang dihiasi ukiran khas Aceh. Sejak...
Simfoni Hujan
Hujan itu, selalu indah, selalu syahdu.
Meski kadang turun dengan terlalu. Namun selalu membangkitkan rindu. Ya, rindu pada rumah. Pada jendela kecil tempat kau menghitung tetesnya.
Masa kecil yang hangat. Memaknai hujan dengan begitu sederhana. Adalah penantian, untuk dapat sekedar merasakan percikan tempias yang lalu di beranda. Lalu tertawa, merasakan butirannya mengalir dan jatuh ke bumi.
...
…Mencintai itu…, tidak putus asa
– Donny Dhirgantoro
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
– Imam Syafi’i
November 2011
5 posts
Seorang muslim harus membagi waktunya menjadi tiga bagian. Satu bagian harus...
– Ali bin Abi Thalib R.A